
JAKARTA, SWARAMU.ID – Tanjung Priok dinobatkan di posisi 23 pelabuhan kontainer terbesar di dunia dalam The Container Port Performance Index 2023. Prestasi ini lompatan besar karena pada 2023 posisinya 281. “Tanjung Priok harusnya menjadi hub port international, bukan feeder Singapura,” kata Sabri Saiman, tokoh Jakarta dan komisaris PT IPC Terminal Petikemas.
Peti kemas yang dilayani Pelabuhan Tanjung Priok pada 2024 mencapai 12,4 TEUs. Sebanyak 8,4 TEUs peti kemas domestik dan 3,9 TEUs peti kemas internasional. Namun, Tanjung Priok berada di bawah Singapura dan Tanjung Pelepas, Malaysia.
Upaya menjadikan Tanjung Priok sebagai hub port international sudah dirintis. Dengan status ini, pengiriman barang dari Indonesia tidak perlu mampir lebih dulu di Palabuhan Singapure (PSA) atau Tanjung Pelepas (Malaysia).
Sabri Saiman berharap Presiden Prabowo memberikan kewenangan pengelola pelabuhan adalah Pelindo sekaligus menjadi pelayan publik untuk ekspor impor. Sinkronisasi kebijakan diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih pengelolaan.
Kalau merujuk UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, wilayah kerja pelabuhan dimulai dari Tanjung Priuk sampai Cempaka Putih. Tapi, pada 1974 masalah wilayah ini diserahkan ke Pemerintah DKI Jakarta.
Menurut Sabri Saiman, untuk mengatasi fraud kontainer yang sudah lebih dari 9 juta TEUs, Pelindo harus diberi kewenangan sesuai UU No. 17 Tahun 2008. “Perluasan insfrastruktur pelabuhan lebih mudah karena tidak terganjal aturan pihak lain,” katanya.
