
SURABAYA, SWARAMU.ID – Anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PengurusPusat Muhammadiyah, Sutrisno Lukito membuat gebrakan mengobarkan semangat Jihad Ekonomi Muhammadiyah. Puluhan Distribution Center (DC) siap dikembangkan. RibuanWarungMU toko kelontong yang terhubung dengan DC siap dikibarkan. Jawa TImur dipilihsebagai pilot project. “Matahari selalu terbit dari timur,” katanya.
Gebrakan Sutrisno Lukito diapresiasi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik. “Gagasan Sutrisno Lukito mengembangkan ekonomi umat melalui WarungMU perlu didukung,” kata Nazaruddin Malik dalam pertemuan dengan Sutrisno Lukito di Kampus UMM pada 2 Mei 2025.
Sutrisno Lukito melakukan muhibah di Jawa Timur. Pengurus Daerah Muhammadiyah di Malang, Kediri, Nganjuk, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Jember dikunjungi. Pengurus dan warga Muhammadiyah menyambut positif. “Ini gerakan konkret untuk mengembangkan UMKM,” kata Imam Abda’I, Ketua Lembaga Pengembangan UMKM PW Muhammadiyah Jawa Tumur.
Tahap pertama akan didirikan 10 DC di Jawa Timur. Setiap DC akan terhubung dengan 3.000 WarungMU, toko kelontong yang terhubung langsung dengan DC melalui aplikasi digital. Jaringan Muhammadiyah yang solid adalah keunggulan strategis. “DC memberdayakan UMKM, bukan predator berkedok pendukung UMKM,” kata Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah.
Pengurus dan warga Muhammadiyah Jawa Timur menyambut positif. DC di setiap daerah bisa dikembangkan dengan modal berjamaah. Ada gudang koperasi yang siap bekerjasama. Bulan Juli 2025 DC pertama ditargerkan mulai berdiri. Ke depan, layanan lain seperti fintech syariah, kedai, BPRS hingga bank milik Muhammadiyah akan terhubung dengan DC.
Di Ngawi, Sutrisno Lukito akan menyiapkan minimal 50 hektar lahan sebagai industrial estate, tempat para pebisnis UMKM mengembangkan produknya. Ngawi dipilih karena dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. DC di berbagai kota akan terhubung dengan tempat berkumpulan produsen barang ini. “Kita bantu proses perizinan sampai pemasaran produk mereka,” kata Sutrisno Lukito.
