
JAKARTA – PELABUHAN Sabang di Nangroe Aceh Darussalam sangat pantas dan layak menjadi International Hub Port. Sebab wilayah itu strategis menghubungkan kawasan Pasifik dengan negara-negara di Asia dan Eropa.
Sabri Saiman, tokoh di Tanjung Priok yang malang melintang di dunia kepelabuhan, mengatakan, “Jaman Pemerintahan Belanda, Sabang telah dijadikan main port kapal dari New Zealand, Fiji, dan Australia ke Eropa.”
Kapal dari negara-negara tersebut, kata Sabri Saiman, jika ingin ke Asia Selatan, India, Pakistan, bahkan sampai ke Arab hingga Eropa, pasti singgah ke Pelabuhan Sabang.
Menurut Sabri Saiman, kala itu, Sabang adalah pusat distribusi bahan bakar baik berasal dari minyak bumi maupun batu bara dan air. “Di sinilah (Sabang) dijadikan oleh kapal-kapal Ocean (Pasifik) tempat singgah.”
Sabri Saiman menyayangkan setelah Indonesia merdeka, Sabang menjadi kampung yang tak terurus. “Demikian pula dengan nasib pelabuhan terbesar di Indonesia: Tanjung Priok di Jakarta, Surabaya, Belawan, dan Makassar.”
Pada masa akhir jabatannya, pemerintahan Presiden Joko Widodo merencanakan menjadikan Sabang sebagai pelabuhan hub internasional. “Kapal dari Laut Andaman dapat berlabuh di Sabang, tak perlu ke Malayahati.”
Pelabuhan Sabang memiliki potensi pengerek pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Data yang masuk ke kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, menyebutkan, Sabang dilalui 14 cruise dan 86 yacht.
