
JAKARTA, SWARAMU.ID – Inilah impian Malem Sambat Kaban. Begitu dipercaya menjadi Menteri Kehutanan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2024, ia ingin menjadikan hutan sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Bukan sekadar manfaat ekonomis, namun juga benefit ekologi. Anak pemilik penggilingan padi di Binjai, Sumatera Utara itu berkaca pada Finlandia.
“Sumber kemakmuran Finlandia itu hutan,” kata MS Kaban kepada SWARAMU di rumahnya yang asri di Bogor. Industri kehutanan dan logam adalah mesin utama perekonomian negeri dengan luas hutan sekitar 27 juta hektar ini. Mayoritas hutan di Finlandia bersifat komersial. Tapi, ajaibnya hutan yang tumbuh lebih banyak dibandingkan yang ditebang.
Pertumbuhan hutan tak lepas dari Forest 2000, program yang diterbitkan tahun 1984 oleh Kementerian Pertanian dan Kehutanan Finlandia pada 1984. Isinya, target menaikkan hasil hutan 3% per tahun namun tetap menjaganya untuk rekreasi dan penggunaan lainnya.
Rencana ini ditopang UU Kehutanan yang dirilis tahun 1997 dan diperbaharui pada 2014. Bagaimana Finlandia sejahtera dengan 27 juta hektar hutannya? Begini hitungan MS Kaban. Kalau potensi per hektarnya itu 90 meterkubik dengan masa panen 60 tahun dan hutan yang berproduksi setiap tahun 500 ribu hektar, kira-kira dalam satu tahun ada 450-500 juta meterkubik kayu yang bisa dipanen. “Hasil panen ini bisa untuk industri perkayuan, industri kertas sampai jadi bahan bakar penggerak listrik,” katanya.
Bagaimana Indonesia? Menurut dia, di hutan alam Indonesia ada jatah tebangan 9 juta meterkubik setiap tahun. “Ternyata untuk dapatkan 5 juta meterkubik saja kita berat,” katanya. Padahal, masih ada 3-3,5 juta hektar hutan tanaman sebagai sumber pasokan untuk kebutuhan industri. “Ini masalah tata kelola,” katanya.
Yang membuatnya miris, Indonesia justru kehilangan hutan jutaan hektar. Di akhir masa jabatan sebagai Menteri Kehutanan pada 2009, luas hutan Indonesia masih 137 juta hektar. Saat ini, luas hutan tersisa 110 juta hektar. “Yang 27 juta hektar hilang ke mana, untuk siapa, dan untuk apa?” katanya.
